Pertemuan 30 Teknik Promosi Buku


ResumePertemuan 30 KBMN PGRI Gelombang 31 “Teknik Promosi Buku

Pada hari Rabu, 7 Agustus 2024, sebuah sesi inspiratif digelar dengan menghadirkan Bapak Akbar Zainuddin, MM., MNE sebagai narasumber, dan Ibu Dyah Kusumaningsih, ST. sebagai moderator. Sesi ini diawali dengan sambutan hangat dari Ibu Dyah, yang menyampaikan harapannya agar seluruh peserta angkatan ke-31 berhasil menerbitkan buku solo mereka. Menurutnya, hal ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan juga merupakan syarat kelulusan dalam pelatihan ini.

Setelah pembukaan, peserta diajak untuk mengenal lebih dekat sosok narasumber melalui perjalanan hidup dan CV-nya. Bapak Akbar Zainuddin adalah seorang penulis yang telah menerbitkan banyak buku melalui penerbit ternama seperti Gramedia dan Mizan. Dengan segudang pengalaman dalam dunia penulisan, beliau membagikan pesan penting kepada para peserta: "Bakat yang hebat harus berada dalam lingkungan yang hebat dan memiliki mentor yang tepat."

Pesan ini disampaikan dengan gaya yang mudah dipahami dan penuh semangat, menggugah para peserta untuk tidak hanya mengasah bakat mereka, tetapi juga memilih lingkungan yang mendukung dan mentor yang mampu membimbing mereka menuju kesuksesan. Sesi ini pun menjadi momen yang memotivasi, di mana setiap peserta diingatkan bahwa kesuksesan adalah hasil dari kombinasi antara bakat, lingkungan, dan bimbingan yang tepat.


Buku Harus Unik dan Unggul

Setelah memberikan pengantar yang inspiratif, narasumber kemudian melanjutkan dengan paparan mengenai kriteria sebuah buku yang bagus. Menurut Bapak Akbar Zainuddin, kunci utama dari sebuah buku yang berhasil memikat pembaca adalah keunikan dan keunggulannya. Beliau mengajak para peserta untuk merenungkan pertanyaan penting: Apa yang membedakan buku Anda dengan yang sudah beredar di pasaran? Mengapa orang harus memilih dan memiliki buku Anda?

Dalam penjelasannya, Bapak Akbar menekankan bahwa setiap penulis harus mampu menghadirkan sesuatu yang baru dan berbeda dalam karyanya. Buku yang bagus adalah buku yang tidak hanya memberikan informasi atau cerita, tetapi juga menawarkan perspektif yang segar dan orisinal. Ini bisa berupa ide-ide baru, pendekatan yang belum pernah ada, atau cara penulisan yang unik. Beliau menegaskan bahwa keunikan ini bukan sekadar hiasan, melainkan nilai tambah yang membuat buku Anda menjadi pilihan yang tak bisa diabaikan oleh pembaca.

Lebih lanjut, beliau mendorong peserta untuk mengeksplorasi lebih dalam apa yang bisa menjadi keunggulan dari buku mereka. Mungkin itu adalah cara penulisannya yang personal dan menyentuh, atau mungkin konten yang sangat relevan dengan kebutuhan atau minat pembaca saat ini. "Keunggulan ini harus jelas dan menonjol, sehingga saat seseorang melihat buku Anda, mereka langsung merasakan bahwa buku ini berbeda dan layak untuk dimiliki,".

Kriteria Buku Bagus

Setelah membahas mengenai kriteria buku yang bagus, narasumber kemudian mengalihkan perhatian pada pentingnya promosi buku. Menurut Bapak Akbar Zainuddin, promosi buku memiliki empat tujuan utama yang sangat krusial dalam perjalanan sebuah buku menuju sukses di pasaran.

1. Membuat audiens mengenal buku kita. Promosi yang efektif adalah langkah awal untuk memperkenalkan buku kepada khalayak luas. Tanpa promosi yang tepat, seberapa bagus pun buku yang Anda tulis, tidak akan banyak yang tahu tentang keberadaannya. Oleh karena itu, perkenalkan buku melalui berbagai media dan strategi adalah langkah penting pertama.

2. Membangkitkan minat konsumen untuk membeli buku. Setelah audiens mengenal buku Anda, langkah selanjutnya adalah menarik perhatian mereka. Narasumber menekankan bahwa promosi harus dirancang sedemikian rupa sehingga membuat calon pembaca merasa tertarik dan penasaran, hingga akhirnya mereka terdorong untuk membeli.

3. Meyakinkan konsumen untuk membeli buku. Di sini, promosi tidak hanya sekadar menarik perhatian, tetapi juga harus mampu memberikan keyakinan kepada konsumen bahwa buku Anda adalah pilihan yang tepat. Ini bisa dicapai dengan menunjukkan nilai lebih dari buku tersebut, seperti testimoni, ulasan positif, atau sinopsis yang menggugah.

4. Mengharapkan konsumen untuk merekomendasikan buku kepada orang lain. Tujuan akhir dari promosi yang sukses adalah menciptakan efek berantai, di mana pembaca yang puas tidak hanya berhenti pada membaca, tetapi juga merekomendasikan buku tersebut kepada teman, keluarga, atau rekan kerja. Rekomendasi pribadi sering kali menjadi faktor penentu dalam keputusan membeli bagi banyak orang.

Tujuh Program Promosi Buku

Setelah menjelaskan pentingnya promosi buku, narasumber Bapak Akbar Zainuddin kemudian memberikan pemaparan mengenai 7 program promosi buku yang efektif , yaitu :

1. Launching Buku: Peluncuran buku adalah langkah awal yang penting. Ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga momentum untuk menarik perhatian publik. Dengan mengadakan acara launching yang menarik, baik secara offline maupun online, Anda dapat menciptakan buzz yang membuat orang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang buku Anda.

2. Bedah Buku: Kegiatan bedah buku menjadi cara efektif untuk mendalami isi buku sekaligus mempromosikannya. Dalam sesi ini, narasumber atau pembaca yang ahli akan mengupas tuntas isi buku, sehingga audiens semakin tertarik untuk memiliki buku tersebut. Bedah buku bisa dilakukan di berbagai platform, baik fisik maupun virtual.

3. Seminar/Pelatihan: Mengadakan seminar atau pelatihan yang terkait dengan tema buku Anda adalah strategi cerdas untuk menarik audiens yang relevan. Misalnya, jika buku Anda tentang pengembangan diri, mengadakan workshop dengan topik tersebut dapat menjadi sarana promosi yang efektif, sekaligus memberikan nilai tambah bagi peserta.

4. Membangun Komunitas: Di era digital ini, membangun komunitas pembaca atau penggemar buku menjadi sangat penting. Dengan komunitas yang solid, Anda bisa terus berinteraksi dengan audiens, mendiskusikan isi buku, dan menciptakan loyalitas. Komunitas ini juga bisa menjadi basis yang kuat untuk promosi dari mulut ke mulut.

5. Membangun Jaringan Reseller: Untuk meningkatkan penjualan, membangun jaringan reseller merupakan strategi yang tak kalah penting. Reseller dapat membantu menyebarluaskan buku Anda ke berbagai wilayah, sehingga jangkauan pasar semakin luas. Dengan memberikan keuntungan menarik bagi reseller, mereka akan lebih termotivasi untuk memasarkan buku Anda.

6. Berjualan di Marketplace: Memanfaatkan platform marketplace seperti Tokopedia, Shopee, atau Amazon adalah langkah yang rasional mengingat tren belanja online yang terus meningkat. Kehadiran buku Anda di marketplace memudahkan konsumen untuk menemukan dan membelinya dengan mudah.

7. Memanfaatkan Media Sosial: Media sosial seperti IG, Youtube, Tiktok,dll adalah alat promosi yang sangat powerful di era digital ini. Dengan konten yang menarik, seperti cuplikan isi buku, ulasan, atau cerita di balik pembuatan buku, Anda bisa menjangkau audiens yang lebih luas. Media sosial juga memungkinkan interaksi langsung dengan pembaca, yang bisa memperkuat engagement.


Sesi Tanya Jawab


Pertanyaan 1 (Bu Kartini dari Depok):

Pak bagi kita yang masih pemula, sering muncul pesimis akan buku yang kita tulis. Baik buku antologi atau solo. Jika kita buat buku solo tentang diri kita. Mohon sarannya tuk buku solo auto biografi. Apa yang baiknya kita munculkan agar orang lain tertarik dengan buku kita.

Jawab: Pertanyaan ini saya kira mewakili banyak teman-teman yang lain karena setiap periode hampir selalu ada pertanyaan ini.

Yang harus kita pikirkan adalah bahwa kita menulis untuk siapa? Siapa yang akan mendapatkan manfaat dari buku yang kita tulis? 

Kalau kita menulis autobiografi atau riwayat hidup kita sendiri, maka kita perlu bertanya siapa yang akan mendapatkan manfaat dari riwayat hidup kita? Seberapa besar kita bisa menginspirasi orang lain? 

Buku autobiografi perlu menjawab: 

1. Siapa pembaca buku kita?! Apa kebutuhan mereka terhadap apa yang kita tulis? 

2. Inspirasi apa yang bisa membaca dapatkan dari kisah hidup perjalanan kita. 

3. Apa hal-hal praktis yang bisa mereka kerjakan setelah membaca buku ini? 

4. Apa hal-hal unik dan berbeda dari buku kita dibandingkan dengan buku-buku sejenis? 

Nah, hal-hal tersebut kira-kira yang perlu dimasukkan kalau kita ingin membuat buku autobiografi.

Pertanyaan 2:

Saya seorang guru, ijin bertanya, dari 7 program promosi buku yang sudah bapak jelaskan, apakah ada promosi yang mungkin dilakukan di sekolah? mengingat anak-anak tidak memiliki banyak uang saku untuk membeli buku. 

Jawaban 

Untuk promosi di sekolah, inilah pentingnya kita memetakan buku kita ini untuk siapa. Kalau untuk siswa, maka buku kita harus diformat agar bisa terjangkau harganya untuk siswa. Harus diakui memang, siswa ini banyak yang tidak mempunyai uang jajan banyak, karena itu agak sulit untuk masuk pada market ini. 

Kecuali santri. Buku saya yang juga laris adalah buku yang saya khususkan buat santri. Mereka memang punya uang saku yang lumayan bisa mereka gunakan untuk membeli buku. Jadi, bagaimana format promosi kita sangat tergantung pada siapa target dari buku yanakan kita jual. Kalau targetnya buat guru, ya kita cari kegiatan yang bisa mengundang para guru. 

Saya menulis buku dengan target yang spesifik atau khusus pada setiap bukunya. Ada buku yang buat guru, ada buku yang buat santri, ada buku yang buat mahasiswa, dan semuanya dilakukan dengan pola yang berbeda-beda. 

Tapi yang utama memang lewat media sosial baik Facebook Instagram ataupun Tiktok. Yang penting kita konsisten saja terus memberi konten yang baik yang terkait dengan buku kita, insya Allah lama-lama orang akan tertarik. 

Yang penting konsisten dan butuh waktu. Tidak bisa hanya dengan sekali dua kali konten atau materi promosi orang langsung beli. Kadang-kadang kita sudah upload puluhan atau bahkan ratusan kali, baru orang tertarik dengan tubuh kita. 

Yang penting harus sabar dan jangan menyerah kalau kita sedang memasarkan buku. 


Pertanyaan 3:

Ijin bertanya pak Akbar, bagaimana cara mengorganisir peluncuran buku agar sukses?

Jawaban:

Kriteria sukses untuk acara peluncuran buku itu ada dua; acaranya rame dihadiri banyak orang dan banyak yang beli bukunya. 

Bagaimana mengorganisirnya? 

1. Tentukan target siapa yang akan baca buku kita. 

2. Siapkanlah undangan sebanyak-banyaknya, undang mereka jauh-jauh hari. 

3. Seminggu sebelum hari pelaksanaan, ingatkan kembali mereka. 

4. Siapkan materi presentasi yang baik dan memukau. Presentasi kita akan sangat menentukan apakah mereka akan tertarik untuk membeli buku atau tidak. 

5. Siapkan promosi penjualan hari itu, misalnya diskon buku atau beli buku dapat souvenir dan sebagainya. 

6. Database mereka dicatat baik-baik untuk kita undang lagi pada acara berikutnya. 

Begitu kira-kira secara garis besar bagaimana kita mengorganisir acara bedah buku. 

Silakan dicoba ya. Bedah buku nggak harus sekali. Bahkan harus berkali-kali. Nanti kita akan banyak belajar dan evaluasi mana bedah buku yang efektif. 

Pertanyaan 4:

Apa yang harus dilakukan jika mendapatkan review negatif dari hasil promosi buku kita?

Jawaban:

Pertama, buku itu tidak akan pernah sempurna. Ini kesalahan paling sering yang dilakukan oleh para penulis, yang bukunya tidak pernah terbit. Karena Mereka menginginkan bukunya sempurna. 

Ada kekurangan sedikit, dikoreksi. Nanti ada tambahan lain dikoreksi lagi. Akhirnya bukunya nggak selesai-selesai. 

Percayalah, tidak ada buku yang sempurna. Kalau kita merasa ada kekurangan dalam buku yang sudah kita tuliskan, biarkan saja, terbitkan saja. Kekurangan itu akan kita tambal dengan hal-hal lain atau menjadi peluang untuk kita tuliskan pada buku berikutnya. 

Kedua, ketika kita sudah berhadapan dengan publik membaca, kita sudah harus siap dengan semua komentar mereka, apakah itu komentar yang baik ataupun komentar yang negatif sekalipun. Saya harus terus terang bahwa buku saya Man Jadda Wajada itu banyak yang mengomentari bahwa buku ini biasa-biasa saja, tidak ada isinya, dan sebagainya. 

Apa yang saya lakukan? Saya sangat berterima kasih kepada mereka karena saya anggap itu peluang untuk menuliskan buku berikutnya dari apa yang mereka komentari. Saya juga tidak pernah sakit hati ataupun baper, karena semua komentar itu penting sebagai bukti bahwa mereka ada perhatian dengan kita. Kalau nggak perhatian, mana bisa kita komentari. Yang saya lakukan kemudian adalah menambal semua kekurangan itu pada saat saya seminar, bedah buku, kasih konten di YouTube, IG, Facebook dan sebagainya. Pada akhirnya itulah yang melengkapi dari kekurangan pada buku kita. 

Ketiga, sebagai penulis tugas kita adalah terus menulis. Kalau sudah jadi satu naskah buku kita dan sudah pergi terbitkan, jangan berhenti. Tetaplah terus penulis untuk buku selanjutnya. Begitu siklusnya, jadi kemampuan kita menulis akan terus bertambah dan bertambah.

Intinya terus semangat positif agar kita bisa membuat hidup kita semakin positif. 

Pertemuan ditutup dengan sebuah kutipan dari buku Bapak Akbar Zainudin.

"Tidak ada kesuksesan dalam berbagai profesi di dunia ini yang tidak mengandalkan kerja keras. Karena itulah, pilihan itu tergantung kita sekarang. 

Mau sukses, berarti kita harus bekerja keras. Atau mau biasa-biasa saja, ya tidak usah bekerja keras (Man Jadda Wajada, Halaman 7-8)"

Selamat Berkarya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume ke 18 Materi KBMN PGRI: Menulis Buku Dari Karya Ilmiah

Resume Pertemuan 24 KBMN PGRI ke-24 Menulis Biografi

Resume pertemuan ke-17 KBMN PGRI