Pertemuan ke- 23 KBMN PGRI Mengatasi Writer’s Block
Pertemuan KBMN PGRI yang ke-23 menghadirkan tema “Mengatasi Writer’s Block” dengan narasumber Ditta Widya Utami, S.PD Gr. dan moderator Edmu Yulfizar Abdan Syakura Gr.M.Pd. Ditta Widya Utami, berlatar belakang pendidikan Kimia dan kini menjadi guru IPA di Subang, memiliki segudang pengalaman sebagai narasumber di berbagai kegiatan kependidikan. Selain itu, ia juga merupakan guru berprestasi yang telah menerima berbagai penghargaan.
Apa itu Writer's Block?
Writer’s Block (WB) adalah kondisi di mana seorang penulis mengalami kebuntuan dalam menulis. Istilah ini pertama kali dikenalkan oleh Edmund Bergler, seorang psikoanalis Amerika, pada tahun 1940-an. Meskipun istilah ini sudah lama muncul, banyak penulis masa kini masih sering mengalaminya.
Faktor Penyebab Writer's Block
Narasumber memberikan gambaran bahwa ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami Writer's Block. Kemudian, beliau mengajukan pertanyaan interaktif kepada peserta: "Hal apa yang menyebabkan Ibu Bapak tidak bisa menulis atau menurun produktivitas menulisnya?"Beberapa penyebab umum WB yang disebutkan antara lain:
Beberapa penyebab umum WB yang disebutkan antara lain:
- Perfeksionisme
- Kurangnya Ide
- Kelelahan Mental
- Kritik Diri Berlebihan
- Takut dikomentari jelek
- Berada dalam titik jenuh
- Dan masih banyak lagi yang lainnya
- Tetapkan Waktu Emas (Gold Time): Seperti Omjay yang sibuk luar biasa tetapi masih bisa menulis setiap hari, tentukan waktu terbaik Anda untuk menulis setiap hari.
- Menulis Secara Konsisten: Seperti Prof. Ngainun Naim yang selalu menyempatkan menulis, meski sangat sibuk, setidaknya 3 paragraf tetap ditulisnya setiap hari.
- Buat Jadwal Menulis: Atur jadwal rutin untuk menulis agar terbiasa dan tidak tergantung pada mood.
- Cari Inspirasi dari Lingkungan Sekitar: Inspirasi bisa datang dari mana saja, termasuk dari kegiatan sehari-hari.
- Jangan Takut Gagal: Menulis tanpa memikirkan hasil akhir yang sempurna, tetapi fokus pada prosesnya.
- Membuat Kalimat dari Satu Kata: Peserta diminta untuk membuat kalimat dari kata yang diberikan oleh narasumber.
- Membuat Kalimat dari Beberapa Kata yang Saling Berhubungan: Melatih kreativitas dengan menghubungkan beberapa kata menjadi kalimat yang koheren.
- Membuat Paragraf dari Sebuah Foto: Contohnya, membuat paragraf dari foto paket jepitan baju yang berwarna-warni.

Komentar
Posting Komentar