Pertemuan 27 Usaha Penerbitan Buku
Materi 27 KBMN PGRI: Usaha Penerbitan Buku
Narasumber: Bapak Mukminin, M.Pd
Moderator: Ibu Mutmainah, M.Pd
Hari: Rabu, 24 Juli 2024
Pendahuluan
Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai usaha penerbitan buku. Materi ini penting karena mengajak peserta untuk lebih melek terhadap dunia penerbitan, terutama bagi pendidik atau guru yang memiliki banyak kisah perjalanan untuk dituliskan. Dengan memahami proses penerbitan, kita dapat lebih percaya diri untuk menuangkan ide-ide kita dalam bentuk buku dan menerbitkannya.
Mengapa Harus Melek Penerbitan Buku?
Penerbitan buku adalah langkah penting dalam menyebarluaskan ide dan pengetahuan. Bagi seorang pendidik, penerbitan buku bukan hanya tentang menulis, tetapi juga tentang berbagi pengalaman dan ilmu kepada khalayak yang lebih luas. Ada beberapa alasan mengapa penting untuk melek penerbitan buku:
- Menyebarluaskan Pengetahuan: Buku adalah medium yang efektif untuk menyebarluaskan pengetahuan dan pengalaman.
- Membangun Kredibilitas: Menjadi penulis buku dapat meningkatkan kredibilitas dan reputasi seorang pendidik.
- Menjaga Warisan Ilmu: Buku dapat menjadi warisan ilmu yang dapat diakses oleh generasi mendatang.
Tahapan Menulis dan Menerbitkan Buku
Proses menulis dan menerbitkan buku terdiri dari lima tahap yang harus dilalui dengan baik untuk menghasilkan karya yang berkualitas:
1. Pra-writing
Pada tahap awal ini, penulis mencari ide dengan cara peka terhadap lingkungan sekitar. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan:
- Pay Attention: Perhatikan fenomena yang terjadi di sekitar, dan jadikan inspirasi untuk menulis.
- Kreativitas: Tangkap berbagai fenomena tersebut dan olah menjadi tulisan yang menarik.
- Membaca Buku: Perbanyak membaca untuk memperluas wawasan dan mendapatkan referensi.
2. Drafting
Pada tahap ini, penulis mulai membuat draft atau outline buku. Draft ini berisi daftar isi buku dan harus sesuai dengan passion penulis, apakah itu artikel, cerpen, puisi, novel, dan sebagainya.
3. Revisi
Setelah draft selesai, tahap berikutnya adalah revisi naskah. Beberapa langkah dalam proses revisi antara lain:
- Memeriksa naskah mana yang baik dicantumkan.
- Membuang naskah yang tidak relevan.
- Menambahkan bagian yang dirasa kurang.
4. Editing/Swasunting
Tahap ini melibatkan proses pengeditan untuk memperbaiki kesalahan tanda baca dan kalimat sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia (PUEBBI). Editing yang baik akan menghasilkan naskah yang lebih rapi dan enak dibaca.
5. Publikasi
Pada tahap ini, naskah yang sudah diedit siap untuk diterbitkan. Penulis harus mengetahui harga penerbitan dan syarat-syarat untuk mendapatkan ISBN dari Perpustakaan Nasional.
Perbedaan Penerbit Mayor dan Penerbit Indie
Memilih antara penerbit mayor dan indie adalah keputusan penting yang harus diambil penulis. Berikut adalah beberapa perbedaan antara kedua jenis penerbit ini:
- Jumlah Pencetakan: Penerbit mayor biasanya mencetak dalam jumlah besar, sementara penerbit indie mencetak dalam jumlah yang lebih kecil sesuai permintaan.
- Pemilihan Naskah: Penerbit mayor selektif dalam memilih naskah, sedangkan penerbit indie lebih fleksibel.
- Profesionalitas: Penerbit mayor maupun indie tentunya memiliki tim yang profesional dan berpengalaman.
- Waktu Penerbitan: Proses penerbitan di penerbit mayor bisa memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan penerbit indie.
- Royalti: Royalti dari penerbit mayor biasanya lebih kecil dibandingkan dengan penerbit indie, namun dengan distribusi yang lebih luas.
- Biaya Penerbitan: Penerbit mayor biasanya menanggung biaya penerbitan, sedangkan penerbit indie bisa membebankan biaya kepada penulis.
Sekarang Semua Orang Bisa Jadi Penulis
Di era digital ini, siapa pun bisa menjadi penulis, terutama para pendidik atau guru yang memiliki banyak cerita dan pengalaman untuk dibagikan.
Syarat-Syarat Penerbitan di Kamila Press Lamongan
Kamila Press Lamongan adalah salah satu penerbit yang bisa dipertimbangkan. Berikut adalah syarat-syarat penerbitan di Kamila Press Lamongan:
Naskah harus melalui proses editing dan revisi terlebih dahulu.
Penulis harus memenuhi syarat-syarat untuk mendapatkan ISBN dari Perpustakaan Nasional.
Buku yang tidak mendapat ISBN adalah buku yang ditulis lebih dari empat orang.
Daftar Harga Penerbitan/Cetak Buku di Kamila Press
Menulis dan menerbitkan buku adalah proses yang menantang namun dapat memberikan kepuasan. Dengan memahami tahapan menulis dan menerbitkan, serta mengetahui perbedaan antara penerbit mayor dan indie, penulis dapat membuat keputusan yang tepat untuk karyanya. Selain itu, dengan adanya banyak penerbit seperti Kamila Press Lamongan, proses penerbitan menjadi lebih mudah dan terjangkau.
Pada sesi akhir, seperti basanya dilakukan tanya jawab, yakni sebagi berikut:
1. Pertanyaan dari Pak Asep dari Banyuasin Sulsel
T: Semua orang pengen bukunya ber-ISBN, apa syarat-syarat yang harus dipenuhi agar perpusnas bisa memberi ISBN ?
J: MENGAPA BUKU ANDA DITOLAK TIM ISBN?
Ini jawabannya!
Akhir-akhir ini mulai bulan Januari 2023 pengajuan nomor ISBN buku cetak dan elektronik semakin ketat. Awalnya buku-buku mulai tidak mudah mendapat ISBN mulai bulan September 2021.
Ini syarat-syarat mengajukan nomor buku ber-ISBN:
1. Penerbit harus mempunyai Link berbayar
2. Penerbit mengajukan permohonan nomor ISBN buku ke tim ISBN dengan keterangan lengkap, judul buku, penulis.
3. Buku yang diajukan nomor ISBN harus dikirim lengkap ke Web penerbit lalu linknya dikirim ke petugas ISBN Perpusnas yang berisi:
a. Cover buku
b. Halaman awal buku
c. Isi buku (sinopsis yang di cover belakang)
d. Permohonan buku ber-ISBN harus mengirim
Surat Pernyataan Keaslian Karya bermaterei 10.000 dan ditandatangani penulis mengetahui penanggung jawab penerbit dengan stempel peberbit.
e.Naskah buku yang sudah dilayout bentuk PDF lengkap dikirim ke Tim ISBN meliputi (Judul ada logo penerbit, Penulis, kata pengantar, daftar isi, naskah urut sesuai daftar isi, foto dan biodata Penerbit, daftar pustaka jika diperlukan).
Setelah itu kita tunggu jawaban dari Tim ISBN satu minggu atau dua minggu paling cepat kadang bisa satu bulan pernah lebih. Hal ini menguji kesabaran. Jawaban bisa dilihat di link ISBN. Baik diterima pengajuan nomor buku ber-ISBN atau pun ditolak. Jika ISBN diterima akan mendapatkan balasan, pun buku ditolak atau memperbaiki juga ada jawabannya. Ini link untuk melihat nomor ISBN yang diajukan:
Ini jawaban dari Tim ISBN jika buku di-ACC dapat nomor ISBN.
ini jawaban buku yang memperbaiki lagi naskah buku untuk mendapatkan nomor ISBN:
ini jawaban buku yang ditolak untuk mendapatkan nomor ISBN:
B. Buku-buku yang tidak mendapat ISBN antara lain:
1. Buku Antologi lebih dari 4 penulis.
2. Buku antologi tentang literasi sekolah, kegiatan kelopak literasi siswa atau siswa dan guru, antologi guru-guru.
3. Buku antologi Grup Kelompok penulis, atau literasi.
4. Buku dari laporan guru penggerak.
5. Buku dari hasil Skripsi, Tesis, Disertasi.
6. Buku dari hasil penelitian (Best Practise).
7. Buku ilmu pengetahuan yang diperuntukkan lembaga PT, sekolah tertentu.
Ini contoh buku ilmu pengetahuan yang ditolak ISBN karena untuk lembaga tertentu:
C. Buku-buku yang mendapat nomor ISBN adalah buku solo atau antologi maksimal ditulis 4 orang yang berisi:
1. Ilmu pengetahuan umum maupun khusus seperti buku-buku agama.
2. Buku yang berisi How To, yaitu petunjuk melakukan sesuatu contoh: tips menulis, cara berhaji yang benar, trik jitu berdagang, dll.
3. Buku traveling, buku motivasi, buku inspiratif,
4. Buku-buku sastra: Puisi, Cerpen,Novel, Kisah Inspirasi, Biografi, Otobiografi, Drama.
5. Buku Puisi: Puisi bebas, Puisi Modern, Pantun, Gurindam, Syair, dll.
2. Pertanyaan dari Pak Markus
T: Saya mau tanya apakah saya boleh menerbitkan buku pelajaran agama di kamila press?
J : bisa
3.
T: Pada infomasi yang disampaikan bapak Narasumber. Penerbitan buku dengan paket 10 buku. Apakah bisa cetak 5 saja Pak?
Karena tidak sedikit dari kami yang mungkin terkendala biaya. Mohon solusinya
J: minimal.cetak 10 buku sbg biaya awal dg pelayan tadi, sebab buku yg terbit peberbit WAJIB SETOR 2 BUKU KE PERPUSNAS JAKARTA, 1 ARSIP, DAN 1 KE PERPUSNAS DAERAH JATIM. Jd peberbit menanggapi 4 buku.
Penulis utuh dpt 10 buku di KAMILA PRESS yg 4 buku tanggungan biaya peberbit. Mugkin di penerbit Indie lainnya tdk dpt utuh 10 buku.
Lanjut biaya cetak buku ke -11 diharga sbg cetak ulang dg harga murah MUTU TERJAMIN ini soal contoh sdh ada di materi atas
\Jika cetak buku A5 hitam putih kertas coklat halus (bookpaper) atau ketas HVS PUTIH jml.hal. 70 cetak 20 buku maka harga:
1. Cetak awal 10 buku harga 665.000 + ongkir sesuai daerah
2. Cetak Ulang 10 harga X @ 23.000 / BUKU = 230.000 + ongkir
Pada akhir sesi narasumber menyampaikan pesan Tiada yang instan untuk mencapainya kesuksesan pasti butuh banyak pengorbanan,.
Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk menjadi penulis yang produktif dan menyebarkan ilmu serta pengalaman kita kepada dunia. Menjadi penulis bukan hanya tentang menulis, tetapi juga tentang berbagi dan memberikan dampak positif bagi banyak orang.
"Buku adalah keajaiban yang bisa dibawa kemana-mana."_Stephen king_

Komentar
Posting Komentar